[close]

SELAMAT DATANG DI BLOG GOLDEN INFO

Blog ini dibuat untuk memberikan informasi kepada pengunjung blog "GOLDEN INFO"

Senin, 08 Maret 2010

LAMARAN ADAT MELAYU RIAU






LAMARAN ADAT MELAYU RIAU


Prosesi lamaran dalam adat Melayu Riau diawali dengan proses menjarum-jarum atau disebut dengan ‘merisik’ . Merisik merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam proses perkawinan yang bertujuan untuk menyelidiki tentang keberadaan seorang calon pengantin. Merisik adalah suatu acara yang dilaksanakan secara diam-diam oleh pihak lelaki pada seorang gadis atau anak dara yang merupakan idamannya / calon.



Merisik dilakukan atas permintaan calon pengantin, atau permintaan dari pihak keluarga pengantin. Hasil musyawarah keluarga ditunjuk seseorang untuk melaksanakan tugas ini. Orang yang ditunjuk adalah seorang yang mendapatkan kepercayaan penuh dari pihak orang tua dan keluarga pihak laki-laki, yang bertugas untuk mencari tahu tentang diri dan keadaan keluarga pihak perempuan, serta tingkah laku dan sopan santun anak gadis dan semua informasi dari anak gadis yang akan menjadi calon menantu mereka.. Merisik juga bisa dilaksanakan oleh pihak calon mempelai.

Proses Meminang

Prosesi pernikahan dalam masyarakat Melayu tidak terlepas dari tahapan-tahapan ritual khusus. Meminang merupakan kelanjutan dari tahapan merisik. Meminang mengandung arti meminta seseorang perempuan untuk dijadikan istri, atau biasanya disebut Melamar seseorang. Upacara meminang setelah mendapat kepastian informasi dari anak gadis maupun pihak keluarganya bahwa anak gadis anak gadis belum mempunyai ikatan dengan laki-laki lain. Dalam acara meminang ini keluarga pihak laki-laki mengadakan mufakat bahwa pada hari baik bulan baik akan melaksanakan peminangan kerumah sebelah pihak perempuan yang telah dirisik beberapa lama sebelumnya.

Pihak keluarga perempuan mengadakan persiapan menanti kedatangan bersama keluarga setelah adanya pemberitahuan dari pihak laki-laki / calon pengantin untuk datang melakukan peminangan, dan pihak perempuan mempersiapkan perangkat adat yakni tepak sirih lengakap dengan isinya seperti sirih, gambir, kapur, tembakau, pinang dikupas dengan ukirannya serta kacip kepala naga. Acara mememinang tidak dilakukan oleh orang tua perempuan ataupun orang tua lelaki, tetapi disampaikan oleh wakil atau utusan dari kedua belah pihak, umumnya dipimpin oleh orang yang dituakan.

Sorongkan Tepak

Tata acara meminang, setelah utusan pihak lelaki datang dari pihak keluarga perempuan menyorongkan tepak tanda penerimaan tamu dengan tulus hati, sebelum tepak disorongkan tutup tepak dibuka dengan sangat hati-hati dan diletakkan disamping kanan tepak. Kemudian tuan rumah memepersilahkan tamunya untuk mengambil sirih setelah tutup cembul dibuka dan diletakkan diatas tutup tepak. Setelah itu hal yang sama juga dilakukan pihak laki-laki, yakni memeprsilahkan tuan rumah mengambil sirih yang mereka bawa. Kemudian dilanjutkan dengan kata bersambut yang diawali dengan pantun Melayu.

Upacara perkawinanan tidak harus ceapat dilaksanakan. Tidak ada keharusan waktu upacara perkawinan akan dilaksanakan setelah pinangan dilakukan. Upacara perkawinan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan kedua belah, bisa satu bulan setelah pinangan, enam bulan atau satu tahun setelah pinangan.

Upacara perkawinan budaya Melayu diisi dengan sejumlah tahapan, mulai dari malam berinai, berandam, berzanji atau khatam Qul’an, akad nikah, tepuk tapung tawar, bersanding dan mandi damai.

Malam berinai merupakan ritual yang bertujuan untuk menolak bala dan melindungi pasangan pengantin dari marabahaya, menaikkan aura dan cahaya mempelai wanita dan memunculkan wibawa pengantin pria. Berinai, yaitu memasang atau memoleskan daun inai atau daun pacar yang sudah digiling halus pada kuku jari tangan dan telapak tangan, jari kaki dan telapaknya sampai ke tumit. Malam hari dipercaya membuat warna inai menjadi lebih merah. Prosesi berinai dimulai dengan tari inai. Lalu dilakukan berinai duduk, yakni membubuhkan inai sambil duduk di pelaminan. Pada saat prosesi berlangsung, “mak Andam” menuturkan beberapa pantun. Pemberian inai dilakukan orang-orang terdekat, seperti nenek, ibu, dan kerabat. Pertama-tama, inai dibubuhkan pada sembilan jari tangan, dari kelingking, dengan jari kaki, sehingga jumlahnya menjadi 11. Setelah itu, , mempelai dibaringkan di depan pelaminan untuk menjalani berinai baring.

Tahapan berandam dilakukan sehari menjelang akad nikah. Ritual berandam adalah mencukur atau merapikan bulu-bulu halus pada dahi, pelipis, alis, tengkuk, tangan dan bagian kaki yang dilakukan oleh mak Andam atau juru rias. Ritual berandam lazim dilakukan setelah malam berinai. Tujuannya untuk membersihkan sang calon pengantin dari ‘kotoran’ dunia sehingga hatinya menjadi putih dan suci.

Tahapan selanjutnya adalah pembacaan Barzanji di rumah mempelai perempuan. Barzanji adalah bacaan tentang sejarah hidup Rasulullah. Acara ini dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an oleh calon pengantin wanita.

READ THIS ARTICLE :

WHERE IS RIAU LOCATED
VISA POLICY TO INDONESIA
CANDI MUARA TAKUS HISTORY
TRAVELLING KE PEKANBARU
SEJARAH SIAK SRI INDRAPURA
SEJARAH PENDIRIAN MESJID JAMIK TANPA PAKU
SEJARAH DAN TRADISI PERAYAAN IMLEK

3 komentar:

Warna Tulisan mengatakan...

ngamanin pertama ....

Warna Tulisan mengatakan...

acara sangat padat dan unik, btw makasih sahabat sudah berbagi. Salam

akhatam mengatakan...

wew unik banget yaw... hehehe

Poskan Komentar

Subscribe to updates

Mengenai Saya

Foto saya
Saya tamatan Universitas Andalas - Padang Angkatan 1990, Jurusan Akuntansi. SMA 6 Pekanbaru angkatan 1987.

Pengikut