SELAMAT DATANG DI BLOG GOLDEN INFO

Blog ini dibuat untuk memberikan informasi kepada pengunjung blog "GOLDEN INFO"

Senin, 07 Desember 2009

7 TIPS AMAN GUNAKAN KARTU KREDIT


7 TIPS AMAN GUNAKAN KARTU KREDIT

• Pahami bahwa kartu kredit bukanlah tambahan dana yang gampang dipakai. Soalnya pinjaman Anda membutuhkan kompensasi berupa bunga yang cukup tinggi.

• Gunakan kartu kredit sebagai dana cadangan, bukan sebagai tambahan dana.

• Gunakan kartu kredit bila benar-benar tredesak dan Anda sama sekali tidak memiliki uang.


• Jangan membeli barang dengan kartu kredit jika Anda tidak yakin bisa mencicilnya tepat waktu setiap bulan.

• Jika terpaksa menggunakan kartu kredit, pastikan tagihan Anda tidak lebih dari 30 persen penghasilan.

• Sebaiknya Anda membayar minimal 30 persen dari tagihan. Ingat dalam kredit, lazim digunakan hitungan bunga berbunga.

• Ingat, semakin sedikit jumlah tagihan yang dibayar perbulannya, semakin sedikit bunga yang harus Anda bayar.



BACA ARTIKEL :







Baca Selengkapnya...

Sabtu, 05 Desember 2009

SEJARAH SIAK SRI INDRAPURA


SEJARAH SIAK SRI INDRAPURA

Sebelum berdirinya kerajaan Siak Sri Indrapura pada tahun 1723, daerah Siak dan sekitarnya berada dibawah penguasaan kerajaan Johor-Riau sebagai Pewaris Kesultanan Melaka. Oleh karena itu raja-raja Siak ditunjuk dan diangkat oleh raja kerajaan Johor-Riau. Pada masa kerjaan Johor - Riau diperintah oleh Sultan Mahmud Syah 1, beliau mengangkat Raja Abdullah di Siak dengan gelar Sultan Khoya Ahmad Syah. Kemudian pada tahun 1596 Raja Hasan Putra Sultan Ali Jallo Abdul Jalil Raja Johor-Riau, di tabalkan sebagai Raja di Siak . Raja Hasan memerintah sampai tahun 1662.


Setelah tahun 1662 kerajaan Johor-Riau menganggap bahwa di Siak tidak perlu didudukkan seorang raja sebagai wakil pemerintah kerajaan Johor-Riau. Hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan aspek ekonomis, bukan berdasarkan atas pertimbangan politis maupun pertahanan dan keamanan. Dari aspek ekonomis dianggap bahwa kalau di Siak didudukkan seorang Raja jelas akan memerlukan dana yang tidak sedikit, dibandingkan dengan perdagangan di Siak dan di sepanjang aliran sungai Siak belum menunjukkan suasana yang menguntungkan. Timah dan emas merupakan komoditi utama dari Petapahan, itupun hanya tersedia puluhan pikul saja, tidak seperti diharapkan. Sementara itu dari segi politis dan Hankam kerajaan Johor – Riau merasa yakin bahwa mereka mempunyai kekuatan yang tangguh.

Pada masa itu kerajaan Johor-Riau sudah menjalin persahabatan dengan Belanda dalam menghadapi Portugis, dan musuh-musuh lainnya, sehingga kerajaan-kerajaan di sekitar Selat Melaka menyegani mereka apabila ada kekuatan lain yang ingin mencobamenyerang atau menguasai Siak, angkatan laut kerajaan Johor – Riau akan segera beraksi untuk mengusir agresor tersebut.

Siak yang semula berada dibawah kekuasaan Johor Riau sudah berakhir, sebab Raja Kecil pada tahun 1723 mendirikan kerajaan yang berdiri sendiri di “ Buantan” . Beliau menjadi raja pertama dengan gelar “ Sultan Abdul Jalil Rakhmat Syah “ ( 1723 – 1746 ). Kemudian pada masa pemerintahan “ Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah “ Raja Kedua, Kerajaan Siak, resmi namanya menjadi Siak Sri Indrapura, artinya Kerajaan buantan merupakan cikal bakal dari kerajaan Siak Sri Indrapura.

Setelah mangkatnya Raja Kecil, Tengku Buang menaiki tahkta kerajaan menggantikan Raja Kecil dengan gelar Sultan Abdul Jalil Nuzaffar Syah tahun 1746. Sultan kedua ini memindahkan ibu kota kerajaan dari Buantan ke hulu sungai Siak yang bernama “ Nempurna”, nama kerajaan adalah Siak Sri Indrapura.

Pada tahun 1765 Sultan Abdul Jalil Muzaffar wafat, maka sebagai pengganti beliau diangkatlah putra Tengku Ismail dengan gelar “ Sultan Abdul Jalil Jalaluddin Syah”. Sebelum meninggal ayahnya berwasiat agar tidak mengadakan hubungan dengan Belanda, dan jangan sampai terjadi perselisihan atau perang sesama saudara, dan apabila pamannya Raja Alamuddin kembali ke Siak harus menyerahkan tahta kerajaan kepada pamannya, demi menentukan eksentensi kerajaan Siak Sri Indrapura. Rupanya Belanda mulai melirik atas pengangkatan Sultan Abdul Jalil Jalaluddin Syah, dan mulailah Belanda menjalankan “ Politik devide et empera”, politik pecah belah dalam upaya melakukan kembali intervensi terhadap kerajaan Siak Sri Indrapura yang sebelumnya mengalami kegagalan, karena kekalahannya dalam perang Guntung.

Dengan mematuhi wasiat dari ayahnya, maka Sultan Abdul Jalil Jalaluddin Syah menyerahkan tahta kerajaan kepada pamannya Raja Alamuddin dengan gelar “ Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah” dengan kurun waktu 1766 – 1780. Pada masa inilah Belanda mulai melakukan intervensi dan menanamkan pengaruhnya di kerjaan Siak Sri Indrapura, karena Belanda juga berperan untuk menjadikan Raja Almuddin sebagai Raja Siak Sri Indrapura. Namun hal ini membuat Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah tidak merasa senang atas eksistensi Belanda di Siak Sri Indrapura.



Atas beberapa pertimbangan, maka Sultan Abdul Jalil Almuddin Syah memindahkan ibu kota kerajaan dari Mempura ke Senapelan pada awal tahun 1767. Akhirnya Senapelan menjadi ramai dengan jalur perdagangan, dan dibangun pula sebuah Pekan ( Pasar) yang baru yang disebut “ Bandar Pekan”, akhirnya lebih dikenal menjadi “ Pekanbaru’, yang sekarang menjadi ibu kota provinsi Riau. Suatu hal yang dilakukan Sultan adalah merombak tradisi, yakni mengawinkan putrinya “ Tengku embung Badariah “ dengan seorang bangsa Wan Arab bernama “ Sayed Syarif Osman Ihnu Syarif : Abdul Hahman Syaha Buddin. Sejak beliaulah Keturunan Sultan Melayu di Siak Sri Indrapura dilanjutkan oleh Keturunan Arab.

Setelah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah wafat tahun 1780, dan beliau digantikan oleh putranya Tengku Muhammad Ali dengan gelar “ Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah’ . Sebelum diangkat beliau adalah Panglima Besar Kerajaan, tahun 1760 berhasil menggagalkan Belanda untuk menguasai Siak Sri Indrapura.

Sultan ini tidak lama memegang kendali pemerintahan, karena beliau diangkat sebagai Sultan kelima kerajaan Siak Sri Indrapura dalam usia lanjut, masa pemerintahannya, beliau terus mengembangkan bidang perekonomian dan perdagangan, disamping itu juga membuka hubungan dagang dengan daerah tetangga Minangkabau, yaitu melalui Muara Mahat ke Payakumbuh. Demikian pula perdagangan dengan luar negeri ( Singapura ).

Setelah wafat anak pertama beliau Tengku Yahya dinobatkan sebagai Raja keenam Siak Sri Indrapura dengan gelar “ Sultan Yahya Abdul Jalil Muzaffar Syah” tahun 1782. Dia diangkat sebagai Sultan sesudah meninggalnya Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Nuazam Syah.

Sistem pemerintahan tidak berjalan baik, karena anak Tengku Embung Badariyah yang bernama “ Tengku Said Ali” menginginkan pula sebagai Sulatn Kerajaan Siak Sri Indrapura. Akibat tekanan dari Tengku Said Ali ini, akhirnya Sultan Yahya Abdul Jalil Muzaffar memindahkan ibukota kerajaan kembali ke Mempura, untuk menghindarkan pertentangan dengan Tengku Said Ali.

Namun tekanan datang silih berganti dari Tengku Said Ali kepada Sultan Yahya maka Tengku Said Ali melakukan serangan sehingga memaksa Sultan Yahya ke luar dari istana Siak Sri Indrapura tahun 1784, dan menyingkir ke Kampar, dari sini beliau pergi ke Melaka untuk berziarah kemakam nenek moyangnya,dan akhirnya mangkat disana.

Setelah Sultan Yahya Abdul Jalil Nuzaffar Syah meninggal maka secara resmi diangkatlah Tengku Sayed Ali naik tahta kerajaan Siak Sri Indrapura dengan gelar “ Sultan Assyaidis Syarif Ali Syaifuddin Baalawi “ atau dipanggil Tengku Sayed Ali sejak inilah sistem pemerintahan atau struktur pemerintahan Siak Sri Indrapura keturunan Melayu-Arab.

Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi sultan ketujuh memindahkan pusat pemerintahan Sri Mempura “ Kota Tinggi “, dengan pertimbangan Kota Tinggi terletak di tepi sungai Siak, dan memudahkan alur dagang. Masa Tengku Sayyed Ali inilah kerajaan Siak melakukan penaklukan-penaklukkan seperti Kota Pinang. Pagarawan, Batu Bara, Badagai, Kualuh, Panai, Bilah, Asahan, Serdang Langkat, Delim Temiang, Bangko, daerah Kubu, Pelalawan, Tanah Putih Kerajaan Sambasadi Kalimantan.

Tengku Sayyed Ali adalah Sultan yang cakap dan ahli dalam strategi perang, dan mampu menentukan para panglima perang yang punya kemampuan perang, sehingga pada masa pemerintahan beliau dapat menaklukkan mulai dari Temiang sampai Ke Pelalawan, dari Tapung sampai ke Sambas Kalimantan.

Pada tahun 1810 Tengku Sayyed wafat dan digantikan oleh Tengku Sayyed Ibrahim anak Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syarifuddin. Dia diangkat untuk menggantikan ayahndanya dengan gelar “ Sultan Syaidis Syarif Ibrahim Abdul Jalil Khaliluddin Syah” yang merupakan Sultan ke delapan.. Dalam menjalankan pemerintahan beliau pada prinsipnya tidak sanggup karena beliau sering sakit-sakitan, sebagai pelaksanaan roda pemerintahan dijalankan Wali Sultan yakni “ Panglima Besar Tengku Muhammad “ .

Sultan inilah melakukan hubungan kerjasama dengan Inggris, pada tanggal 31 Agustus 1818 diikat suatu perjanjian dagang, yang ditanda tangani oleh Sultan Siak Sultan Ibrahim dan pihak Inggris Kolonel William Forquhar. Namun kontak dagang tersebut diktahui oleh Belanda, maka oleh Gubernur Belanda di Malaka A Corperns mengirim utusan “ Kapten D.Buys “ ke Siak untuk mengecek kebenarannya, dan sekaligus mengadakan perjanjian dengan Siak tahun 1822 di Bukit Batu. Isinya agar Siak tidak boleh mengadakan hubungan dengan negara lain, kecuali dengan Belanda.

Akibatnya Sultan menghadapi dua negara yakni Inggris dan Belanda, namun Sultan terlalu lemah dan tekanan dari kedua negara agresor tersebut menyebabkan Sultan seakan-akan teromabang ambing oleh dunia politik Eropa. Pada masa pemerintahannya inilah didirikan istana Siak Sri Indrapura di “ Kuala Mempura Kecil”, sekaligus sebagai tempat peristirahatan beliau, tahun 1827 beliau mangkat.

Setelah Sultan Sayed Ibrahim wafat, maka ia digantikan oleh Tengku Sayyed Ismail yakni anak saudara Sultan bernama Tengku Mandah yang kawin dengan Tengku Muhammad, yang bergelar “ Sultan Assyaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin “ sultan ke sembilan.

Dengan pengangkatannya itu terjadi perselisihan dengan putera Sultan Ibrahim yakni Tengku Putera, karena ia juga ingin menjadi sultan. Akibat perselisihan tersebut Siak menjadi lemah, al ini menyebabkan daerah-daerah yang ditaklukkannya itu masa moyangnya, melepaskan diri dari kerajaan Siak Sri Indrapura. Belanda pun ikut memainkan politiknya, hal ini dengan ditandainya perjanjian atas Deli, Serdang, Langkat, dan Asahan masuk kedalam kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda pada tanggal 1 Februari 1858 ( DGE, Hall : 1988,549 ).

Sementara itu terjadi pula perselisihan dikalangan istana, dimana keluarga sultan yang tidak senang atas perjanjian antara Belanda dengan Sultan. Sultan Syarif Ismail wafat pada tahun 1864 sehingga digelar “ Marhum Indrapura “.

Setelah wafatnya Sultan Assyaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin maka diangkatlah Sayed Kasim sultan kesepuluh dengan gelar “ Sultan Assyaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1864. Beliau populer disebut “ Sultan Syarif Kasim I “ .

Sejak diangkat campur tangan Belanda sangat nampak sekali, sehingga pengangkatan Sultan Syarif Kasim I ini khabarnya dilakukan setelah mendapat restu “ Ratu Belanda “, di dalam Sultan ditempatkan pula seorang wakil pemerintah Belanda yang disebut “ Controleur “ .

Sementra itu pihak Kolonialisme Belanda yang terus melalukan konsolidasi pemerintahan didaerah pesisir timur Sumatera melihat prospek yang sangat baik bagi pengembangan perdagangan di masa datang. Untuk mempersiapkan hal tersebut, Belanda membentuk keresidenan baru yaitu keresidenan Sumatera Timur yang berpusat di Bengkalis, berdasarkan “ Putusan Gubernemen tanggal 15 Mei 1813 nomor 13 “ ( WHM.Schadeej 1918 : Bagian 11 Pasal 31 ). Wilayahnya meliputi antara lain Siak dan sekitarnya. Demikianlah Siak Sri Indrapura selama pemerintahan Sultan Syarif Kasim I, tahun 1889 beliau meninggal digelari dengan nama “ Marhum Mahkota “.

Mangkatnya Sultan Syarif Kasim I tanggal 21 Oktober 1889 oleh para pembesar kerajaan memilih puteranya bernama Tengku Ngah sebagai Sultan kesebelas, dengan gelar “ Sultan Assyaidis Syarif Hasyim I Abdul Jalil Syaifuddin” . Pada masa pemerintahannya terjadi penciutan struktur pemerintahan kerajaan, yaitu jabatan Wakil Raja yang sebelumnya ada dihapuskan.

Perlawatan beliau ke Eropa tahun 1889 dalam rangka menghadiri penobatan “ Ratu Wilhelmia “ di negeri Belanda sangat besar artinya, terutama dalam wawasan pemerintahan kerajaan Siak Sri Indrapura, kemudian untuk membangun istana kerajaan membuka kebun secara besar-besaran, membeli dan membangun toko-toko di Singapura, dan menggalakan perdagangan.
Sultan ini berhasil membawa kerajaan Siak mencapai kesejahteraan bagi rakyatnya, kendatipun pemerintahannya dibawah bayang-bayang pemerintah Belanda. Karya-karya besar yang telah dibuktikan masa pemerintahannya adalah : Terciptanya semacam “ Konstitusi” dari kerajaan Siak Sri Indrapura yang disebut dengan “ Bab Alkewa’id “, artinya Pintu Segala Pegangan Berdirinya Istana “ Asseayah Al Hasyimah”, Balaicung Sari , dan sebagainya.

Pada tahun 1908 Sultan Hasyim wafat dan digantikan oleh putera Mahkota yaitu Sayyed I Kasim yang pada waktu itu berumur 16 tahun. Untuk sementara menjalankan roda pemerintahan diangkatlah dua orang pejabat yang mewakili raja ( regent), yakni Tengku Besar Sayyed Syarif Syagaf dan Datuk Lima Puluh menteri kerajaan ( Tenas Effendi : 1972,45 ).

Selama tujuh tahun lamanya pemerintahan Siak Sri Indrapura dijalankan oleh dua wakil raja tersebut, karena Sultan Syarif Kasim masih menimba pengetahuannya di Batavia. Barulah pada tanggal 3 Maret 1915 dalam usia 23 tahun dan memiliki kematangan usia dan wawasan ilmu pengetahuan, siap mental dan fisik, Sayyed Kasim dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura kedua belas dengan gelar “ Sultan Assyaidis Syarif Kasim Sani Abdul Jalil Syaifuddin.”

Sultan kedua belas inilah yang merupakan Sultan terakhir kerajaan Siak Sri Indrapura. Sejak diproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, maka dengan serta merta dan didorong oleh niat ikhlas Sultan Syarif Kasim II telah menyerahkan harta pusaka beserta dengan istananya kepada pemerintah Indonesia, dan ini membuktikan bahwa sultan benar-benar berjuang untuk bangsa dan negara Indonesia, dan jelas mendukung proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.


READ THIS ARTICLE : WHERE IS RIAU LOCATED VISA POLICY TO INDONESIA CANDI MUARA TAKUS H
ISTORY TRAVELLING KE PEKANBARU TRAVELLING TIPS TO INDONESIA





Baca Selengkapnya...

Jumat, 04 Desember 2009

Internet


Internet

Apakah definisi dari internet? Internet adalah satu singkatan bagi perkataan “inter network”. Merupakan rangkaian bagi rangkaian computer global (Wide Area Network atau WAN) yang menghubungkan berjuta-juta computer di dunia. Dengan mudah kita bisa berhubungan dengan satu dengan lainnya walaupun mereka berada dibelahan bumi lainnya. Begitu hebatnya internet, anda bisa mencari apapun didalam internet. Hampir semua kebutuhan anda bisa dicari melaluiinternet.


Internet dari zaman ke zaman sudah berkem
bang pesat. Sekarangpun sudah ada bank virtual yang bisa menerima dan mengirimkan uang kepada siapapun yang ingin anda kirimkan. (Bank Virtual ini adalah kiasan dari saya untuk memberikan contoh yaitu seperti Paypal)

Internet sudah menjadi “makanan” untuk setiap orang sehari-hari.Seluruh dunia sudah memakai yang namanya “internet” setiap hari,lihat data dibawah untuk jumlah pemakai internet diseluruh dunia: Data diambil dari www.internetworldstats.com




Jika anda perhatikan pertumbuhan pemakaian internet dari tahun 2000-2009 adalah sebesar 380.3%, apakah anda diantaranya?

Mari kita lihat wilayah asia yang memakai internet:





Dari data diatas, kita bisa melihat bahwa Indonesia adalah urutan kelima. Tidak buruk kan

Sekarang kita lihat berapakah jumlah pemakai internet di Indonesia: 30 juta orang yang memakai internet dengan pertumbuhan 1,150.0% dari tahun 2000-2009. Cukup besar ya? Ini juga belum terhitung dari pemakaian internet dari handphone lho…
Saya berharap dengan postingan ini, jumlah pemakai Internet di Indonesia bisa bertambah banyak dan mengalahkan negara berkembang lainnya. Sekarang anda bisa lihat, betapa banyaknya orang yang menggunakan internet? Bila anda belum termasuk data diatas, saya mengucapkan selamat untuk anda, karena anda sudah mau memulai menjadi bagian dari pemakai internet di Indonesia.




BACA JUGA ARTIKEL :





Baca Selengkapnya...

Rabu, 02 Desember 2009

JENIS-JENIS IMUNISASI


JENIS-JENIS IMUNISASI


A. Imunisasi BCG

Kapan ?
Diberikan pada bayi sebelum berusia 2 bulan, bila diberikan pada umur lebih dari 3 bulan, sebaiknya dilakukan uji Tuberculin terlebih dahulu.

Manfaatnya ?
Mendapatkan kekebalan terhadap penyakit TBC

Caranya ?
Diberikan lewat suntikan dibawah kulit tangan

Reaksinya ?
Dua minggu setelah imunisasi, timbul bisul kecil yang semakin membesar kemudian akan menyembuh perlahan dan meninggalkan jaringan parut. Bila luka mengeluarkan cairan yang banyak segera konsultasikan ke dokter.


B. Imunisasi DPT

Kapan ?
Diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan ( Tidak boleh diberikan dibawah usia 6 minggu ), dengan interval / jarak 4-6 minggu. Bila sudah mendapat lengkap 3 kali imunisasi, akan memberi kekebalan selama 1-3 tahun.

Manfaatnya?
Mendapat kekebalan terhadap penyakit Difteri, Partusis ( Batuk rejan ) dan Tetanus.

Caranya?
Disuntikkan pada lengan atau paha bayi

Reaksinya?
Segera setelah di imunisasi anak menjadi demam, rewel dan didaerah suntikan timbul kemerahan, nyeri dan pembekakan, namun akan hilang dalam dua hari. Dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau susu Formula ), jika demam pakailah pakaian tipis, bekas suntikan boleh dikompres air dingin, jika reaksi memberat, bawalah bayi atau anak ke dokter.

Jenisnya?
Ada dua yaitu DaPT dan DPT, DaPT (dengan menghilangkan banyak bagian racun yang ada didalam seluruh sel Bordetella Pertussis / Non seluler) memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan dibanding dengan DPT.

C. POLIO

Kapan?
Polio Oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal, kemudian diteruskan dengan Imunisasi dasar mulai 2-3 bulan.

Manfaatnya?
Untuk mencegah penyakit Poliomyelitis ( kelumpuhan pada badan bagian bawah / kaki )

Caranya?
Diberikan secara Oral, lewat mulut dengan cara diteteskan.

Reaksinya?
Sangat jarang terjadi reaksi, oleh karena itu tidak perlu tindakan apapun.


D. CAMPAK

Kapan?
Diberikan pada umur 9 bulan.

Manfaatnya?
Untuk pencegahan penyakit suntikan.

Reaksinya?
Rasa tidak nyaman di bekas penyuntikan, selain itu selama 5-12 hari setelah penyuntikkan dapat timbul demam atau kulit kemerahan. Dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak ( ASI atau susu Formula )


E. HIB ( Haemophilus Influenza Tipe b )

Kapan?
Diberikan sejak umur 2 bulan dan merupakan vaksin yang dianjurkan, bukan yang diwajibkan.

Manfaatnya?
Pencegahan terhadap penyakit Meningitis dan Pneumonia.

Caranya?
Diberikan lewat suntikan.

F. MMR ( Meales, Mumps, Rubella )

Kapan?
Diberikan pada anak berusia 12 bulan.

Reaksinya?
5-12 hari setelah Imunisasi dapat timbul demam.

Manfaatnya?
Pencegahan terhadap penyakit campak, gondong dan campak jerman.


G. Hepatitis B

Kapan?
Diberikan segera setelah lahir, minimal diberikan 3 kali dengan jadwal yang dianjurkan adalah usia 0, 1, dan 6 bulan karena pada usia tersebut respon antibody paling optimal.

Manfaatnya?
Untuk pencegahan penyakit Hepatitis B.

Caranya?
Bisa lewat cara pasif, yakni dengan cara memberikan bahan yang kaya zat kekebalan dan bisa juga dengan cara aktif yaitu dengan merangsang tubuh untuk menghasilkan sendiri zat kekebalan melalui suntikan bagian paha.

Reaksinya?
Segera setelah Imunisasi dapat timbul demam, dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak ( ASI atau susu Formula ).


H. Varisella

Kapan?
Diberikan pada anak yang sudah besar, usia antara 10-12 tahun

Manfaatnya?
Mencegah penyakit cacar air

Caranya?
Diberikan lewat suntikan


BACA JUGA ARTIKEL :

SYARAT MENJADI DONOR DARAH
TIPS MEMANDIKAN BAYI
FAKTOR-FAKTOR PERKEMBANGAN BAYI




Baca Selengkapnya...

Selasa, 01 Desember 2009

KREDIT PENGEMBANGAN ENERGI NABATI DAN REVITALISASI PERKEBUNAN ( KPEN-RP )


KREDIT PENGEMBANGAN ENERGI NABATI DAN REVITALISASI PERKEBUNAN ( KPEN-RP )


Program Revitalisasi Perkebunan adalah upaya percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan, dan rehabilitasi tanaman perkebunan yang didukung kredit investasi perbankan dan subsidi bunga oleh pemerintah.

Untuk membantu kebutuhan modal para petani, program ini dibiayai melalui skim kredit baru yang disebut dengan kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan ( KPEN-RP ). Skim kredit ini dimaksudkan juga untuk mengungkit sektor riil agar tumbuh positif sehingga mampu mengentaskan kemiskinan dan menyerap tenaga kerja baru di daerah.


Komoditi yang dikembangkan adalah komoditi yang mempunyai peran sangat strategis sebagai sumber pendapatan masyarakat sehingga harus memiliki prospek pasar, baik pasar dalam maupun luar negeri. Disamping itu program ini bisa turut berperan dalam melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Tujuan

1. Meningkatan kesempatan kerja melalui pengembangan perkebunan
2. Meningkatkan daya saing melalui pengemabngan industri hilir berbasis perkebunan
3. Meningkatkan penguasaan ekonomi nasional dengan mengikutsertakan masyarakat dan pengusaha lokal
4. Meningkatkan pendapatan masayrakat khsusunya pekebun
5. Menjadikan Indonesia sebagai produsen utama Kelapa Sawit, Karet dan Kakao.

Peminjam ( Debitur )

Petani perseorangan, kelompok, Koperasi , dan atau kemitraan yang melakukan usaha produktif dan dapat merupakan binaan Pelaksanaan Teknis Program.

Persyaratan

1. Legalitas :
a. Perseorangan : petani atau pekebun yang merupakan penduduk setempat yang dibuktikan dengan KTP dan KK
b. Kelompok : surat pengukuhan dari instansi terkait dan surat keterangan usaha dari lurah / kepala desa
c. Koperasi : Anggaran Dasar beserta perubahannya
d. Badan Usaha lainnya : Akta Pendirian

2. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah.
3. Tidak mempunyai tunggakan kredit
4. Masuk dalam daftar nominatif yang diajukan Mitra Usaha dan ditetapkan oleh Bupati/Walikota atau Pejabat yang dikuasakan.
5. Maksimal lahan yang dapat dibiayai adalah 4 (empat) hektar per petani peserta
6. Petani peserta tidak mempunyai tunggakan kredit
7. Bagi usaha baru minimal telah berjalan 6 bulan


Perizinan

1. Batas Kredit samapi dengan Rp. 100 juta, izin usaha berupa TDP, SIUP dan SITU dapat digantikan dengan Surat Keterangan Usaha dari Lurah / Kepala Desa
2. Batas Kredit diatas Rp. 100 juta, Izin Usaha minimal SIUP

Bank Pemberi Kredit

BRI, BNI, Bank Mandiri, Bukopin, BPD Sumut dan Bank Nagari

Usaha yang dibiayai

Pada prinsipnya seluruh sektor usaha produktif pertanian dapat dibiayai terutama komoditi yang memiliki peran strategis sebagai sumber pendapatan masyarakat. Saat ini sektor yang mendapat prioritas : sawit, karet, dan kakao.

Pola Pembiayaan

1. Untuk sawit : Menggunakan pola perkebunan inti rakyat ( PIR Revitalisasi Perkebunan )
2. Untuk karet dan Kakao : Dapat diberikan secara langsung kepada petani atau melalui Koperasi. Sedangkan untuk perkebunan yang memiliki mitra usaha dan unit pengolahan perkebunan mengikuti pola pembiayaan perkebunan inti rakyat.

Penggunaan Kredit

Perluasan, peremajaan, yang terpadu dengan pengolahan, infrastruktur serta sarana dan prasarana

Maksimum Kredit

Pembiayaan yang dijamin setinggi-tingginya Rp. 500 juta. Untuk Riau satuan biaya per hektar :
 Sawit Rp. 24.980.000
 Karet Rp. 21.618.000
 Kakao Rp. 25.999.000

Jangka Waktu Kredit

1. Sawit & Kakao : selama 5 tahun. Mulai mengansur tahun ke 6 s/d tahun ke 13
2. Karet : selama 7 tahun. Mulai mengangsur tahun ke -8 s/d tahun ke-13

Suku Bunga

Bunga 10% per tahun dengan sistem subsidi bunga oleh pemerintah yang dikoordinir oleh BRI

Agunan Kredit

Agunan pokok adalah kebun ynag dibiayai kredit yang dibuktikan dengan sertifikat hak milik atau hak guna usaha untuk tanah yang dimiliki secara bersama. Apabila sertifikat dalam proses, cukup menyerahkan izin lokasi dan surat keterangan dari instansi yang berwenang yang dapat ditingkatkan menjadi sertifikat. Agunan tambahan adalah avalis dari mitra usaha sampai kredit lunas.

Prosedur Permohonan Kredit

1. Proposal rencana pengembangan perkebunan baik secara perseorangan atau kelompok
2. Suarat Kuasa kepada pengurus Koperasi untuk mengurus kredit dan pengembangan kredit
3. Daftar pengurus dan riwayat hidup pengurus Koperasi
4. Bagi yang bermitra, permohonan kredit melalui mitra usaha
5. Permohonan diajukan langsung atau melalui Koperasi dengan ditujukan kepada Bank Pelaksana dengan dilengkapi dokumen-dokumen, yaitu Surat Penetapan calon petani peserta dari Bupati cq Dinas yang membidangi perkebunan


BACA ARTIKEL :






Baca Selengkapnya...

Rabu, 25 November 2009

AJARAN ISLAM YANG TERLUPAKAN


AJARAN ISLAM YANG TERLUPAKAN


Islam adalah agama komprehensif yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak hanya sebatas ritual ibadah, tapi juga mu’amalah dan tata pergaulan antar sesama. Bahkan tidak hanya cukup sampai di situ, lebih jauh Islam juga mengajarkan bagaimana sikap mental yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Hal ini akan tergambar jelas kalau kita mau mencermati periodesasi dakwah Rasulullah. 13 ( tiga belas ) tahun Rasulullah mengembangkan syi’ar Islam di Makkah, selama itu Rasulullah fokus membina aqidah umat yang sebenarnya sangat berkaitan erat dan sangat berpengaruh terhadap sikap mental yang harus dimiliki oleh seorang mukmin.. Didikan mental selama di Makkah inilah yang pada akhirnya melahirkan para sahabat dengan kepribadian yang mengesankan dan membentuk generasi terbaik sepanjang sejarah.


Namun hal inilah yang sering terlupakan oleh kaum Muslimin sehingga kajian Islam banyak terfokus kepada persoalan-persoalan ritual ibadah dan melupakan dimensi muamalah dan sering meninggalkan dimensi pembinaan mental yang sesungguhnya merupakan salah satu cara Islam untuk mendidik kaum Muslim menjadi pribadi-pribadi yang unggul. Dan yang lebih mengherankan lagi, justru banyak diantara dimensi mental psikologis dan sikap tersebut lebih banyak dijalankan dengan lebih sempurna oleh orang-orang non Muslim. Sehingga tepat apa yang dikatakan oleh Muhammad Iqbal , “ Di Timur banyak sekali ditemukan Muslim akan tetapi sangat sulit menemukan Islam, sementara di Barat banyak sekali ditemukan Islam walaupun sangat sulit mencari individu yang mengaku sebagai Muslim” . Ungkapan Muhammad Iqbal ini benar adanya apabila kita melihat kondisi dan kenyataan yang dihadapi oleh orang-orang Islam ( Muslim ) dan mebandingkannya dengan apa yang dimiliki oleh non Muslim dengan sikap yang mereka punya.

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan tolok ukur :

1. Disiplin dan Penghargaan terhadap Waktu

Berbicara mengenai ‘waktu’ mengingatkan kita kepada ungkapan Malik Bin Nabi dalam bukunya “ Syuruth An-Nahdhah ( Syarat-syarat Kebangkitan ) saat ia memulai urainnya dengan mengutip satu ungkapan yang dinilai oleh sebagian ulama sebagai hadis Nabi SAW : “ Tidak terbit fajar suatu hari, kecuali dia berseru. “Putra-putri Adam, aku waktu, aku ciptaan baru, yang menjadi saksi usahamu. Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat.”

Kemudian, tulis Malik Bin Nabi lebih lanjut : “ Waktu adalah sungai yang mengalir ke seluruh penjuru sejak dahulu kala, melintas pulau, kota, dan desa, membangkitkan semangat atau meninabobokkan manusia. Ia diam seribu bahasa, sampai-sampai manusia sering tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya, walaupun segala sesuatu —selain Tuhan – tidak akan mampu melepaskan diri darinya.”

Sedemikian besar peranan waktu, sehingga Allah Swt berkali-kali bersumpah dengan menggunakan berbagai kata yang menunjuk pada waktu-waktu tertentu seperti wa al-Lail ( demi Malam ), wa An-Nahar ( demi Siang ), wa as-Subhi, wa al-Fajr, dan lain-lain. Dan peringatan Allah akan pentingnya waktu tergambar jelas dalam Surat Al-Ashr.

Masa adalah modal utama manusia. Apabila tidak diisi dengan kegiatan, waktu akan berlalu begitu. Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. pernah bersabda, “ Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan perolehannya lebih banyak di hari esok, tetapi waktu yang berlalu hari ini, tidak mungkin kembali esok.”

Akan tetapi inilah yang sering dilupakan oleh kaum Muslim sehingga benar apa yang dikatakan Rasulullah :
“ Dua nikmat yang sering dan disia-siakan oleh banyak orang : kesehatan dan kesempatan.” ( HR.Bukhari )

Kalau saat ini muncul pertanyaan siapa yang paling disiplin dan paling bisa menghargai waktu, mungkin jawabannya bukanlah orang-orang Islam yang mempunyai Al-Qur’an dan Hadits yang mengajarkan hal itu, akan tetapi bisa jawabannya adalah orang-orang barat yang tidak pernah kenal dengan Al-Qur’an dan Hadits. Kalau kita perhatikan kehidupan generasi muda mereka, dalam bis atau kenderaan umum pun mereka masih menyempatkan diri untuk membaca buku, bahkan kalau kita melihat didalam toilet merekapun terdapat koran.


2. Kebersihan

Dalam sebuah hadits yang sangat populer ( Riwayat Bukhari) Rasulullah mengatakan bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari Iman ( al-Nazhafah Min al-Iman ).

Bahkan dalam kitab-kitab fikih kita menemukan pembahasan Thaharah ( bersuci/kebersihan ) merupakan masalah yang paling pertama dibicarakan. Lima kali sekurang-kurangnya kita menghadap Allah dalam satu hari satu malam, dimana ibadah tersebut tidak bisa kita laksanakan sebelum kita membersihkan diri dari najis dan hadas. Tidak ada agama lain yang memiliki konsep seperti ini yang menyatakan bahwa kebersihan adalah bagian dari ibadah, akan tetapi kenyataan yang ada didepan mata kita berbicara bahwa umat Islam adalah orang-orang yang ketinggalan di dalam masalah kebersihan. Kita mungkin bisa membandingkan bagaimana kebersihan di lembaga-lembaga pendidikan Islam dengan lembaga-lembaga pendidikan agama lain.


3. Mental Untuk Memberi

Dalam sebuah hadits Rasulullah mengatakan :
“ Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.” ( HR.Bukhari Muslim ).

Pelajaran inilah yang menginspirasi para sahabat untuk menjadi pihak yang selalu memberi dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menjadi pihak yang selalu menerima uluran tangan dari orang lain. Dikiahkan, pada saat kaum Muslimin Makkah hijrah ke Madinah, Rasulullah mengambil suatu kebijakan untuk memepersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Hal ini bertujuan agar kondisi kaum Muhajirin yang memprihatinkan karena harus hijrah tanpa membawa apa-apa bisa dibantu oleh kaum Anshar.

Pada saat itu, Abdurrahman bin Auf yang tidak emiliki apa-apa ditawari oleh saudara Ansharnya, “ Wahai Abdurrahman, saya punya dua bidang kebun korma, silahkan ambil satu untuk memenuhi kebutuhan hidupmu. Saya punya dua ekor kuda, silahkan ambil satu sebagai kenderaanmu. Dan saya punya dua orang isteri. Kalau kau berkenan silahkan pilih satu untuk kau jadikan isteri, niscaya nanti aku ceraikan”. Abdurrahman bin Auf yang dalam kondisi sangat membutuhkan tidak serta merta menerima tawaran itu, dia justru berkata :
“ Dullani Ilassuq, tunjuki aku jalan ke pasar, biar di sana saya mengadu nasib”.
Inilah sikap yang ditunjukkan oleh sahabat didikan Rasulullah, sangat berbeda dengan kondisi masyarakat kita sekarang yang berdesak-desakkan untuk mendapatkan zakat, rela berbantah-bantahan untuk mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT ) dari pemerintah. Contoh yang lebih baik justru ditunjukkan oleh orang-orang China yang notabene tidak mengenal Islam. Konon di China para pengangguran mendapatkan tunjangan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sampai mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi para pemuda China malu mendapatkan tunjangan tersebut dan tidak ingin berlama-lama menggantungkan hidup dari belas kasihan pemerintahnya. Coba kita bayangkan bagaimana kalau seandainya hal ini ada di Indonesia, niscaya akan banyak muslim Indonesia yang betah jadi pengangguran. Sebagai Muslim yang baik marilah kita bertekad untuk memberi sebanyak-banyaknya, jangan pernah berpikir untuk menerima sebanyak-banyaknya, karena “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain.


4. Budaya Malu

Rasulullah mengatakan bahwa :
“ Malu adalah sebagian dari Iman”. ( HR.Bukhari Muslim )

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah mengatakan Al-Haya’u la ya’ti illa bi khair ( Malu tidak membawa apapun kecuali kebaikan ).

Rasa malu seharusnya ditunjukkan disaat kita tidak bisa mengemban amanah yang diberikan. Seorang pemimpin harus malu di saat ia tidak amanah dan tidak disenangi masyarakat. Guru juga harus malu apabila ia gagal melahirkan murid yang berprestasi. Pegawai juga harus malu kalau ia hanya memakan gaji buta tapi gagal melayani masyarakat. Dalam keluarga, ayah mesti malu kalau tidak berhasil mendidik anak. Ibu harus malu kalau tidak bisa menjadikan rumahnya sebagai hunian yang nyaman bagi suami dan anak-anaknya. Dan anak seharusnya malu kalau ia tidak bisa mebahagiakan dan mengukir kebanggaan di wajah orang tuanya. Akan tetapi di negara Muslim manakah hal ini bisa kita temukan. Dibelahan bumi Indonesia mana hal ini bisa kita jumpai. Hal ini justru bisa kita temukan di Jepang. Di mana sering kita mendengar Perdana Menteri yang mengundurkan diri di saat merasa dirinya gagal bahkan banyak kita mendengar para insinyur atau jenderal yang bunuh diri karena malu tidak bisa menyelesaikan proyek atau misi yang diembankan kepadanya.

Rasa maluyang pada akhirnya melahirkan perasaan dan semangat untuk menunaikan tanggung jawab. Denagn demikian, akan sangat mengherankan disaat kita temui kenyataan yang sebaliknya ditengah masyarakat Islam. Ada kecendrungan bahwa kaum Muslimin tidak malu berbuat maksiat, jangankan untuk malu dihadapan Allah yang tidak ia lihat. Di hadapan manusia yang ada di hadapan merekapun mereka tidak malu. Bahkan yang lebih parah lagi ada generasi muda yang merasa malu dan tidak jantan kalau tidak ikut berbuat dosa. Na’udzu Billah.

Ditempat lain kita temukan kenyataan yang berbeda, dimana orang-orang yang tidak mampu mengemban amanah tanpa rasa malu masih mengemis amanah dan mempertahankan jabatan yang mereka sandang. Inilah yang digambarkan oleh Rasulullah, bahwa di akhirat kelak akan ada sekelompok manusia yang memikul beban yang sangat berat dan tidak bisa mereka pikul, akan tetapi mereka masih meminta agar beban yang mereka pikul terus ditambah.

Demikianlah segelintir ajaran Islam yang jarang diperhatikan oleh umat Islam dan cendrung merasa bahwa hal yang kita kemukakan diatas bukanlah bagian dari ajaran Islam.

( Sumber : Bulettin Dakwah Lembaga Kajian dan Dakwah Islam-Kampar )


BACA JUGA :






Baca Selengkapnya...

Senin, 23 November 2009

KREDIT USAHA RAKYAT & KUR-KUPEDES


KREDIT USAHA RAKYAT & KUR-KUPEDES


Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) adalah kredit / pembiayaan yang khusus diperuntukkan bagi pengusaha mikro dan kecil, serta koperasi, yang usahanya layak namun tidak mempunyai agunan yang cukup sebagaimana persyaratan yang selalu ditetapkan pihak perbankan. KUR bertujuan untuk meningkatkan perekonomian, pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja secara luas bagi masyarakat kecil.


Dalam Sidang Kabinet Terbatas tanggal 9 Maret 2007 yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diputuskan bahwa dalam rangka pengembangan usaha UMKM dan Koperasi, Pemerintah akan mendorong peningkatan akses UMKM dan Koperasi kepada kredit / pembiayaan dari perbankan melalui peningkatan kapasitas Perusahaan Penjamin. Dengan demikian UMKM dan Koperasi yang selama ini mengalami kendala dalam mengakses kredit / pembiayaan dari perbankan karena ketidaksanggupan jaminan / agunan dapat diatasi.

Program KUR sendiri telah dilaksanakan sejak tanggal 5 November 2007 oleh Presiden RI, dimana program ini merupakan upaya Pemerintah dalam mendorong perbankan menyalurkan kredit pembiayaan kepada UMKM dan Koperasi. Pelaksanaan tersebut merupakan tindak lanjut ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bersama pada tanggal 9 Oktober 2007 tentang Penjaminan Kredit / Pembiayaan kepada UMKM dan Koperasi antara Pemerintah ( Menteri Negara Koperasi dan UMKM , Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, Perusahaan Penjamin ( Perum Sarana Pengembangan Usaha dan PT. Asuransi Kredit Indonesia ) dan Perbangkan ( Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri ). KUR ini juga didukung Kemntrian Negara BUMN, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian serta Bank Indonesia.

Pemerintah telah menunjuk Askrindo dan PT. Perum Sarana Pengembangan Usaha selaku perusahaan penjamin jika terjadi kredit macet. Apabila perbankan masih meminta jaminan itu menyimpang dari program, sesuai dengan komitment pemerintah agar usaha mikro dapat mengakses modal ke perbankan.


Instansi Pembina

1. Kementrian Negara Koperasi dan UKM
2. Depertemen Pertanian
3. Departemen Kelautan dan Perikanan
4. Departemen Perindustrian
5. Departemen Kehutanan
6. Instansi terkait lainnya


Koordiansi Kebijakan

1. Dalam rangka mengkoordiansikan program KUR, Pemerintah membentuk Komite Kebijakan.
2. Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian bersama dengan instansi pembina mengkoordiansikan kebijakan penjaminan kredit.
3. Hal-hal yang dikoordinasikan :

a. Penyiapan UMKM dan Koperasi sesuai dengan kewenangan instansi pembina
b. Kebijakan dan prioritas bidang usaha
c. Pembinaan dan Pendampingan UMKM dan Koperasi
d. Koordinasi penyaluran KUR dengan Perbangkan dan Perusahaan Penjaminan
e. Sosilisasi program dan koordinasi dengan daerah
f. Kebijakan Penjaminan Kredit


Bank Pelaksana KUR :

1. BRI
2. Bank Mandiri
3. BNI
4. BTN
5. Bank Bukopin
6. Bank Syariah Mandiri


Perusahaan Penjamin

1. Perum Sarana Pengembangan Usaha ( Perum SPU )
2. PT. Asuransi Kredit Indonesia ( PT. Askrindo )


Skema KUR

Secara umum Skema KUR yang telah disepakati Bank Pelaksana dengan Perusahaan Penjamin dan Pemrintah sebagai berikut :

1. Nilai Kredit maksimal Rp. 500 juta per debitur
2. Bunga maksimal 16% per tahun ( efektif )
3. Pembagian resiko penjaminan : Perusahaan Penjamin 70% dan Bank Pelaksana 30%
4. Penilaian Kelayakan terhadap usaha debitur sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Pelaksana
5. UMKM dan Koperasi tidak dikenakan imbal Jasa Penjaminan ( IJP )

Cara Memperoleh KUR

1. UMKM dan Koperasi yang membutuhkan Kredit dapat menghubungi Kantor Cabang / Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana terdekat.
2. Memenuhi persyaratan dokumentasi sesuai dengan yang ditetapkan Bank Pelaksana.
3. Mengajukan surat permohonan kredit/pembiayaan.
4. Bank Pelaksana akan melakukan penilaian kelayakan.
5. Bank Pelaksana berwenang memberikan persetujuan atau menolak permohonan kredit.


Prosedur Permohonan KUR ke Bank Rakyat Indonesia

Persyaratan Calon Debitur antara lain :

a. Legalitas
1. Individu : KTP dan Kartu Keluarga
2. Kelompok : Surat Pengukuhan Insatansi terkait/Surat Keterangan Usaha dari Lurah ,Kepala Desa dan atau akte Notaris
3. Koperasi : AD/ART beserta perubahannya atau Badan Hukum lain sesuai ketentuan yang berlaku

b. Perizinan Usaha :
1. Untuk kredit dengan batas s/d Rp. 100 juta, izin usaha antara lain TDP, Slur, dan SITU dapat digantikan dengan Surat Keterangan Usaha dari Kepala Desa/Lurah.
2. Pinjaman dengan batas diatas Rp. 100 juta perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

UMKM dan Koperasi yang baru memulai usaha, minimal usahanya telah berjalan selama 6 bulan.


Jenis Kredit dan Jangka Waktu Kredit

1. Kredit Modal Kerja jangka waktu maksimal 3 tahun
2. Kredit Investasi jangka waktu maksimal 5 tahun


Suku Bunga

Maksimal 16% sesuai ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah



Bentuk Kredit

Prosedur rekening koran maksimum CO menurun, untuk Kredit Musiman dapat sekaligus lunas (maksimal jangka wakti 1 tahun dengan pembayaran poko dan bunga). Besarnya nilai pinjaman disesuaikan dengan kelayakan usaha maksimal Rp. 500 juta ( KUR ) dan Rp. 5 juta ( KUR-KUPEDES ).

Biaya Kredit

Tidak dipungut biaya administrasi dan provisi

Agunan

1. Agunan pokok berupa proyek yang dibiayai
2. Agunan tambahan ringan dan tidak diwajibkan

Sistem dan Prosedur Kredit :

1. UMKM dan Koperasi dapat mengajukan permohonan kredit: pinjaman kekantor Cabng BRI / Kantor Cabang Pembantu.
2. Permohonan kredit; pinjaman yang diajukan, harus dilampiri dengan dokumen pendukung anatara lain :

a. Foto copy legalitas dan perizinan
b. Data usaha dan dokumen untuk keperluan analisa kebutuhan kredit
c. Kunjungan / pemeriksaan ketempat usaha oleh Pejabat Kredit Lini
d. Hasil analisa kebutuhan kredit dituangkan dalam Memorandum Analisa Kebutuhan Kredit sesuai ketentuan yang berlaku dan diajukan ke pejabat pemutus untuk mendapatkan putusan kredit.


KUR Kupedes

Merupakan program KUR yang merupakan inovasi gabungan prgram Kupedes BRI yang sebelumnya telah dikenal masyarakat, yang dapat diakses individu/perorangan dengan batas maksimal peminjaman Rp. 5 juta.


BACA ARTIKEL :

KIAT DAPAT DANA USAHA
FORMULA BISNIS





Baca Selengkapnya...

TIPS MEMBELI NOTEBOOK ATAU LAPTOP


TIPS MEMBELI NOTEBOOK ATAU LAPTOP


Memiliki sebuah laptop bukan lagi sebuah impian yang sulit terwujud jika dahulu laptop masih merupakan barang mewah dan bagian dari gaya hidup, saat ini memiliki sebuah laptop sudah menjadi suatu kebutuhan.

Fenomena ini cepat dibaca oleh produsen laptop. Mereka membanjiri pasar dengan berbagai tipe laptop berikut harga yang makin terjangkau. Disatu sisi hal ini sangat menguntungkan kita sebagai konsumen sebab kita diberikan keleluasaan memilih laptop sesuai dengan anggaran dan kebutuhan kita.


Berikut 2 langkah yang bisa dijadikan pegangan sebelum membeli sebuah laptop.

Langkah 1 : Tentukan Tujuan dan Kebutuhan.

Tanyakan pada diri anda, jika anda ingin membeli laptop, akan digunakan untuk apa laptop tersebut. Apakah digunakan untuk pekerjaan kantoran, mengerjakan tugas-tugas sekolah, sekedar untuk browsing dan ber-email-an, diberikan untuk anak anda yang baru kenal komputer, atau dipergunakan untuk bermain game terbaru ?

Misalnya jika anda ingin menggunakan laptop untuk bermain game 3D terbaru maka anda memerlukan laptop dengan kemampuan kartu grafis yang memadai. Saat membeli, anda bisa meminta penjaga toko untuk mencarikan laptop dengan memori kartu grafis minimal 128 MB berikut segala kemampuannya. Jangan membeli laptop dengan kartugrafis yang ‘ on board ‘ meskipun dari segi spesifikasi cukup menggiurkan, sebab kemampuan kartu grafis ‘ on board ‘ jauh dibawah kartu grafis yang add on. Semakin wah kartu grafis yang terpasang maka akan semakin mahal laptop tersebut sehingga anda harus mempertimbangkan anggaran yang tersedia.

Nah setelah anda menetukan apakah laptop akan digunakan untuk bermain game atau bukan, maka selanjutnya anda harus memikirkan program apa saja yang akan anda jalankan pada laptop tersebut. Hal ini penting untuk menetukan kemampuan prosesor dan RAM dari laptop yang akan anda miliki. Ada baiknya anda membaca spesifikasi minimal laptop yang dibutuhkan untuk menjalankan program yang anda gunakan.


Langkah 2 : Pemilihan Perangkat Keras.

Langkah ini merupakan langkah terpenting dari keinginan anda membeli sebuah laptop. Pada langkah ini anda diharapkan mampu memutuskan seberapa cepat sistem laptop yang anda inginkan. Mengapa hal ini penting, sebab jika anda salah dalam menentukan pilihan maka anda tidak akan bisa mengganti jeroan laptop yang sudah anda beli.


Berikut beberapa jeroan laptop yang perlu anda perhatikan :

1. CPU. Prosesor atau CPU akan menentukan seberapa cepat sistem anda bekerja dalam mengeksekusi suatu program.

2. Memori ( RAM ). Perangkat keras ini bertugas untuk menyimpan data sementara dari program yang sedang berjalan.

3. Hard Drive ( Media Penyimpan ). Perangkat keras ini berfungsi untuk menyimpan data dalam waktu yang lama. Performa laptop tidak akan terlalu terpengaruh oleh besarnya kapasitas HDD.

WIFi juga bisa bahan pertimbangan mengingat bertebarnya hotspot gratis untuk berselancar didunia maya.

Perhatian :

Selalu memperhatikan garansi yang ditawarkan penjual. Jangan takut untuk berprilaku cerewet dalam masalah ini sebab laptop merupakan barang mahal yang rentan akan kerusakan sehingga anda bisa tetap aman menggunakannya. Perhatikan jenis tanggungan garansi, apa saja yang ditanggung berikut segala kondisi yang menjadi tanggungan garansi.


( Sumber :Majalah Media 9 )


BACA ARTIKEL :

TIPS LEPAS DARI KRISIS
TIPS MEMBUAT TAB MENU
TIPS INTERVIEW PEKERJAAN
TIPS MEMANDIKAN BAYI






Baca Selengkapnya...
Subscribe to updates

Mengenai Saya

Foto Saya
Gusti Andri
Saya tamatan Universitas Andalas - Padang Angkatan 1990, Jurusan Akuntansi. SMA 6 Pekanbaru angkatan 1987.
Lihat profil lengkapku

Pengikut